Hal yang saya lakukan agar sukses kuliah tamat tepat waktu adalah
1. Mengetahui kewajiban dasar mahasiswa sebagai pelajar
Hal pertama dan utama yang harus saya pahami setelah berada di bangku perkuliahan adalah kewajiban utamamu sebagai mahasiswa yaitu belajar. Ketika saya sudah memahami hal tersebut, saya akan menjadi lebih fokus dalam menjalani studi saya. Saya akan meletakkan kewajiban saya sebagai pelajar di atas segala sesuatu lainnya di luar itu. Saya akan dengan senang hati untuk mengikuti perkuliahan sesuai jadwal, mengerjakan semua tugas dan praktikum hingga mengerjakan penelitian dan tugas akhir.
2. Menentukan target dan memaksimal rencana studi
Saat di tahun awal perkuliahan, saya menentukan target kapan saya akan lulus. Jika sudah demikian, saya akan lebih mudah menyusun rencana studi saya dan memaksimal eksekusinya. Pada dasarnya, dunia perkuliahan menuntut saya untuk mengikuti semua bagian dari pembelajaran mulai dari menghadiri kelas, mengerjakan tugas dan mengikuti ujian. Jika saya sudah melakukan semuanya dengan baik, saya akan mendapat nilai yang baik pula. Dengan demikian, kesempatan saya untuk dapat memaksimalkan perkuliahan akan lebih terbuka lebar karena jatah SKS semester berikutnya pun akan menjadi maksimal.
3. Mentukan prioritas setiap kegiatan
Hal lainnya yang kerap mengganggu fokus studi mahasiswa adalah aneka macam kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan selain belajar. Kegiatan ekstrakurikuler seperti terlibat organisasi, menjadi panitia acara serta bekerja paruh waktu adalah kegiatan-kegiatan lain yang umum dilakukan oleh mahasiswa. Meski semua hal tersebut memiliki manfaat tersendiri, bukan berarti saya dapat mengenyampingkan studi saya. Oleh karena itu, saya harus menentukan prioritas setiap kegiatan yang saya miliki, termasuk kegiatan perkuliahan.
Selain itu, saya juga harus belajar mengurangi kegiatan-kegiatan yang kurang manfaatnya seperti hangout bersama teman-teman atau kegiatan hura-hura lainnya. Hal ini meski tampak sederhana, nyatanya banyak mahasiswa menjadi lalai akan tugasnya sebagai mahasiswa akibat pergaulan. Hal ini bukan berarti saya tidak boleh bersenang-senang dan menikmati masa muda, namun tetap tentukan prioritasnya.
4. Belajar untuk membagi waktu dan memanfaatkannya secara efisien
Hal selanjutnya yang tidak kalah penting dalam cara cepat lulus kuliah bagi saya adalah membagi waktu untuk setiap kegiatan. Setelah menentukan prioritas bagi kegiatan yang dilakukan, selanjutnya saya membagi alokasi waktu untuk masing-masing kegiatan. Saya dapat memulainya dengan mencocokan waktu untuk kegiatan lain berdasarkan waktu luang di luar jadwal kuliah dan praktikum.
5. Rajin kuliah
Strategi saya selanjutnya adalah rajin kuliah. Mengapa? Karena dengan rajin kuliah, saya bisa memperoleh lebih banyak ilmu dan pengetahuan. Di perkuliahan, terdapat sistem pengambilan SKS (Satuan Kredit Semester) mata pelajaran. SKS ini bebannya lebih berat. Dalam 1 sks waktu nya 50 menit. Dan dalam 1 sks ini saya bisa mengerjakan tugas selama 50 menit atau belajar selama 50 menit. Jadi jika tertinggal satu kelas saja, cukup banyak materi yang akan saya lewatkan, dan dapat berdampak nilai yang kurang baik atau tidak lulus satu mata pelajaran. Tidak lulus satu mata kuliah selanjutnya dapat memperlambat waktu kelulusan, karena tentunya saya harus mengambilnya kembali di semester selanjutnya.
6. Perhatikan Jumlah SKS Minimal untuk Lulus
Di Indonesia, terdapat peraturan untuk mengambil 144 SKS jika ingin dinyatakan lulus dari suatu program studi. Oleh karena itu, saya merencanakan dari awal apa saja mata kuliah yang ingin diambil dan saya pastikan jumlahnya paling tidak 144 SKS.
7. Berpikir Jauh ke Depan
Untuk lebih termotivasi menyelesaikan masa studi tepat pada waktunya, saya luangkan waktu sejenak untuk memikirkan masa depan saya etelah lulus kuliah. Apakah saya ingin bekerja di perusahaan BUMN / BUMS, bekerja di pemerintahan, atau menjadi pengusaha atau di perusahaan Energi/minyak? Dengan berpikir jauh ke depan, saya jadi memiliki timeline hidup yang tentunya akan memotivasi saya untuk lulus tepat waktu. Bangku perkuliahan merupakan persiapan besar untuk mewujudkan cita-cita saya di masa depan. Memiliki rencana setelah kuliah juga dapat membantu saya menentukan mata kuliah apa saja yang kira-kira perlu saya ambil selama masih berstatus mahasiswa.
8. Pikirkan Biaya yang Harus saya Keluarkan
Kuliah dapat dikatakan sesuatu yang mewah dan patut untuk saya syukuri. Hanya sekitar 13% dari keseluruhan rakyat Indonesia yang beruntung menikmati pendidikan di perguruan tinggi. Di sisi lain, kian hari biaya pendidikan semakin meningkat. Oleh karena itu, saya memikirkan beban yang harus ditanggung orang tua saya jika saya berkuliah lebih lama dari seharusnya. Saya memikirkan biaya hidup yang harus mereka keluarkan, biaya kuliah saya, biaya tempat tinggal, dan lain-lain jika saya merantau. Dan jika saya berkuliah menggunakan beasiswa. Saya memikirkan bahwa semakin lama saya berkuliah, bisa jadi beasiswa dicabut, serta saya pun lebih lama tidak mendapatkan penghasilan sendiri untuk menjadi mandiri.
9. Pintar-Pintarlah Memilih Teman
Bergaul dan membangun relasi memang penting di dunia perkuliahan, namun saya juga harus cerdas dalam memilih teman yang akan memotivasi saya untuk cepat lulus dan mengenakan toga. Saya mencoba bergaul dengan teman yang cukup rajin, sehingga sadar atau tidak sadar, berada di dekatnya saya selalu merasa malu karena kurang belajar dan akhirnya saya belajar mandiri. Bergaul dengan teman yang rajin berarti saya telah berhasil mengelilingi diri saya dengan energi positif. Strategi ini tidak sulit saya lakukan sepanjang saya ingin cepat lulus kuliah. Berorganisasi memang cukup penting pula, tapi saya juga belajar dari teman atau senior yang pandai membagi waktu antara bergaul dan belajar.
10. Mengerrjakan Semua Tugas yang Diberikan
Berbeda dengan sekolah, tugas kuliah merupakan hal yang cukup signifikan berpengaruh pada nilai akhir suatu mata kuliah. Oleh karena itu, saya mencoba untuk selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen, tentunya dengan usaha saya sendiri. Tugas yang diberikan dosen walaupun terkadang melebihi batas kemampuan saya, namun sangat baik untuk melatih mental saya dalam menghadapi tantangan serta lebih mengerti lagi secara mendalam mata kuliah yang saya ambil. Semakin tinggi tingkat pengertian saya,, semakin saya andal menghadapi berbagai tantangan, terutama tantangan untuk lulus kuliah tepat waktu.
11. Mendahulukan Urusan Kuliah di Atas Urusan Lainnya
Ketika sudah memasuki bangku kuliah, saya seperti baru terbebas dari ikatan-ikatan seperti saat di bangku sekolah. Saya tidak lagi harus mengenakan seragam, jam kuliah yang tidak teratur juga memungkinkan saya mengerjakan hal-hal lain selama jam kosong. Kegiatan di jam kosong ini cukup banyak bentuknya. Saya bisa saja mengerjakan tugas, mengerjakan urusan organisasi, atau bahkan mengobrol dan berjalan-jalan dengan teman kuliah. Di sinilah saya harus bijak dan tegas untuk menolak segala ajakan yang kemungkinan akan mengganggu jam kuliah dan membuat fokus saya terpecah. Untuk mengenakan toga tepat waktu, saya mendahulukan urusan kuliah di atas urusan-urusan lainnya.
12. Jangan Malas Mencari Dosen
Strategi terakhir saya yaitu jangan malas mencari dosen. Ini adalah satrategi akhir untuk saya saat tingkat akhir. Saya tidak boleh malas saat menghubungi dosen saat saya sedang menggarap tugas akhir atau skripsi. Saat megejakan skripsi, saya harus proaktif untuk mencari dosen dan terus gigih untuk melakukan bimbingan. Saya mengingat bahwa sebagai mahasiswa saya membutuhkan ilmu dan bimbingan dosen untuk mencapai kelulusan.Saya akan membangun hubungan yang baik dengan dosen pembimbing saya. Saya memastikan bahwa dosen pembimbing mengenal saya dengan baik sehingga mendukung proses saya dalam lulus kuliah.
I BELIEVE, I CAN DO IT!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar